Berbagi Cerita Ceria di Kampung Gunung Sangar

Indri Juwono • 5 Februari 2018
0 komentar
0 likes
Tanggal artikel
Nama lokasi Gunung Sangar - Sukamakmur

Hujan deras di pagi hari tidak mengurangi anak-anak Kampung Gunung Sangar di Citeureup Bogor untuk berkumpul di musholla Desa Mulyasari untuk beraktivitas bersama-sama di hari Sabtu 3 Februari 2018. Sesudah dibagikan crayon dan buku mewarnai, mereka asyik untuk berkreasi dengan warna-warni di gambar hitam putih tersebut. Bahkan orang tuanya yang juga rata-rata berusia belasan ini juga ikut mewarnai bersama anak-anaknya.

Kampung Gunung Sangar adalah salah satu pemukiman di pegunungan kecamatan Sukamakmur Citeureup Kabupaten Bogor, tak jauh dari kawasan Babakan Madang dan Jonggol, hanya saja lokasinya cukup terpencil, harus ditempuh dengan berjalan kaki selama kurang lebih satu jam dari desa terakhir yang bisa dijangkau oleh kendaraan beroda empat. Tahun lalu, Community Development Center ILUNI FTUI memasang pembangkit listrik dengan tenaga mikro hidro untuk menerangi puluhan rumah di kawasan ini. Rumah-rumah tidak berkumpul pada satu wilayah, melainkan menyebar di antara sawah-sawah terasering yang melingkupi lembah.

 

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

Rendahnya tingkat pendidikan di Kampung Gunung Sangar memicu ILUNI FTUI untuk menginisiasi perpustakaan di desa ini, sebagai rangsangan awal anak-anak untuk membuka mata terhadap ilmu pengetahuan di luar lingkung gunung tempat mereka tinggal. Sebagian anak-anak ini bersekolah di MI yang berada pada punggungan gunung yang lain, namun tidak punya bahan bacaan lain di sekitar rumahnya.

"Buku-buku yang disalurkan termasuk buku-buku anak, cerita budi pekerti, pengetahuan alam dengan bahasa yang mudah dimengerti anak-anak," jelas Indri Juwono, Ketua Communication Center ILUNI FTUI. "Dengan mengenal bacaan, anak-anak akan terbiasa dengan buku dan literasi untuk memahami pengetahuan yang lebih banyak kelak. Kita tidak pernah tahu, bahwa satu atau dua dari anak-anak di kampung ini kelak akan menjadi orang besar di negeri ini. Yang dilakukan sekarang adalah memupuk benih-benih bangsa ini melalui literasi."

Sehari sebelumnya, tim advance dari Community Development Center berangkat membawa ratusan buku anak dari hasil donasi alumni senilai Rp. 7.303.814,- dilengkapi dengan papan kayu untuk membuat lemari buku. Pada kesempatan ini juga dibawakan bantuan toren air untuk perbaikan bak air yang sudah bocor, yang bersama-sama diinstalasi bersama penduduk desa. Ditambahkan juga bantuan dari alumni berupa speaker komplit yang dipasang di musholla, untuk mengumandangkan adzan di lembah yang menghijau, juga memberikan informasi untuk pemukiman-pemukiman yang letaknya lebih jauh. Speaker ini dipasang dengan daya listrik tenaga surya yang sudah dipasang di tahun sebelumnya di musholla.

Meskipun hari hujan, namun anak-anak yang berkumpul untuk ikut mewarnai bersama cukup banyak, sekitar 35 orang berbagi ruang untuk bermain dengan crayon dan bukunya. Rencana mengadakan di tanah lapang pun berganti dengan di dalam musholla, juga sebagai tempat untuk meletakkan rak buku yang sudah semalaman dibuat oleh penduduk desa. Anak-anak berumur 4-12 tahun ini punya gaya masing-masing untuk warnanya. Ada yang mewarna dengan yang biasa dikenal, ada juga yang penuh imajinasi dengan warna-warna yang ajaib. Keterbatasan komunikasi hanyalah karena fasilitator hanya bisa berbahasa Indonesia sementara anak-anak ini berbahasa Sunda. Bahkan beberapa anak yang terlambat karena lokasi rumahnya yang jauh juga bisa tetap mengikuti acara dengan ceria. "Sebenarnya ada beberapa anak lagi dari kampung atas, namun tidak bisa turun karena jalanan licin karena hujan," papar Pak Kamal, penduduk desa yang mengantar anaknya mengikuti acara mewarnai.

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development

 

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development

Acara berlanjut dengan pembagian buku gambar dan belajar menggambarkan benda-benda yang ada di sekitar mereka. Karena anak-anak ini belum pernah bertemu alat mewarna, mereka berkreasi dengan aneka warna yang dipunya. Asyik sekali melihat antusiasme mereka yang ceria namun malu-malu ini. Sesudah itu baru diberikan rak sambil membongkar buku-buku dari dus bawaan untuk disusun di dalamnya. Rivan, salah satu anak Kampung Gunung Sangar dengan tekun menyusun buku-buku ini satu demi satu. Secara simbolis diserahkan tiga set ensiklopedia anak pada Rivan, Aldi, dan Dimas supaya mereka giat belajar untuk memperkaya pengetahuan.

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

Rencananya akan dilakukan kunjungan berkala ke kampung ini seperti sebelumnya yang mengontrol kinerja pembangkit listrik tenaga mikro hidro, kini ditambah dengan bercerita bersama anak-anak penerus bangsa ini. Semoga amalan yang ditebar ini bisa bermanfaat dengan baik untuk Kampung Gunung Sangar dan sekitarnya. Membaca untuk mencerdaskan bangsa.

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

iluni-ftui-gunung-sangar-community-development-literasi

 

foto : Indri Juwono, Teten Derichard, Arifia Indah

Tag Tags: community development center gunung sangar donasi buku

Artikel Lainnya