Mengoptimalkan Peran CSR dalam menunjang SDGs

Indri Juwono • 13 November 2017
0 comments
0 likes
Article date
Location name Universitas Indonesia

Mengintegrasikan antara kegiatan-kegiatan Corporate Social Responsibilities dengan Pembangunan Berkelanjutan yang juga disebut Sustainable Development Goals, ILUNI FTUI dan KAPA FTUI menggelar seminar dengan tema CSR to SDGs dengan presentasi beberapa perusahaan yang tergabung dalam Indonesia CSR Society pada tanggal 2 November 2017 lalu yang bertempat di Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia.

 

Acara yang dihadiri hampir 200 orang ini dibuka oleh Ketua ILUNI FTUI Teten Derichard dan Manajer Kemahasiswaan Dr. Badrul Munir. Dilanjutkan oleh pemaparan dari Dr. M. Gunawan Alif, lulusan Teknik Sipil Universitas Indonesia yang juga anggota alumni KAPA FTUI, mengenai Corporate Social Responsibility atau yang biasa disebut CSR. Dijelaskan bahwa alasan perusahaan melakukan CSR adalah empat hal: membayar dosa masa silam, asuransi untuk kecelakaan di masa depan, adanya likuiditas yang berlebihan, dan sebagai inisiatif stratejik yang memang seharusnya dilakukan oleh perusahaan.

 

Menurut World Business Council for Sustainable Development (WBCSD) aktivitas Corporate Social Responsibility (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) didefinisikan sebagai: “CSR is the continuing commitment by business to behave ethically and contribute to economic development while improving the quality of life of the workforce and their families as well as of the local community and society at large.” Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa perusahaan harus dapat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi, sejalan dengan usahanya untuk meningkatkan kualitas hidup tenaga kerja dan keluarganya serta komunitas lokal dan masyarakat luas.

CSR to SDG KAPA ILUNI FTUI

Konsep Corporate Social Responsibility adalah tindakan perusahaan yang bersifat sukarela dan dilakukan dalam upaya melaksanakan visi dan misi perusahaan dan memenuhi tanggung jawabnya kepada para pemangku kepentingan perusahaan, baik dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung dalam bentuk aktivitas tanggung jawab sosial. Yang harus dilakukan karena dalam kegiatan operasinya perusahaan memanfaatkan sumberdaya yang tak semuanya bisa pulih kembali, dan dapat berdampak pada kegiatan masyarakat dan lingkungan hidup mereka.

 

Bpk Sudarmanto dari PT Antam menyampaikan beberapa kegiatan produksinya yang berkaitan dengan eksplorasi, penambangan, peleburan, pemurnian, hingga pemasaran untuk mineral jenis nikel, feronikel, bijih emas, perak, bauksit, alumina, batubara, serta pengolahan dan pemurnian logam mulia. Fokus Bidang Program Pengembangan Masyarakat Berkelanjutan tahun 2015-2019 meliputi : peningkatan akses dan kualitas penyelenggaraan pendidikan, peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan, peningkatan ekonomi lokal, pelestarian nilai-nilai sosial budaya masyarakat, konservasi dan rehabilitasi lingkungan, penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat & pemerintah lokal.

CSR to SDG KAPA ILUNI FTUI

Trakindo yang diwakili oleh ibu Maria Theodora Kurniawati selaku Chief Administration Officer, dengan visi perusahaan menjadi penyedia solusi jasa kelas dunia untuk peralatan memiliki beberapa program. Yaitu di sisi pendidikan, fokus terhadap perkembangan masyarakat melalui pendidikan dan pembangunan karakter yang mulia dengan kolaborasi dari karyawan Trakindo, murid dan orangtua dan komunitas lokal. Sisi lingkungan memberikan omitmen terhadap konservasi energi dan kontrol polusi, konservasi air dan pengendalian limbah dengan program save water, save energy, save paper campaign. Di bidang kesehatan secara konsisten menjaga keselamatan dan kesehatan dari tempat kerja para karyawan dengan program pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja, donor darah, zero accident, one million work-hour without LTI. Sementara di bidang Kemanusiaan dengan pemberdayaan masyarakat untuk para korban bencana alam yang selamat, sudah dilakukan pasca tsunami Aceh, tsunami Mentawai, banjir bandang Wasior, erupsi Merapi, gempa Pidie Jaya Aceh.

 

Anita Avianti dari XL Axiata mengemukakan program-program CSR yang bertemakan pendidikan seperti mendukung pemerintah untuk meningkatkan pendidikan berbasis digital, pelibatan karyawan dalam kegiatan corporate social dan juga partisipasi dari mitra bisnis XL. Beberapa program pendidikan yang sudah dijalankan adalah 65 ribu mahasiswa terdampak positif program XL Future Leaders, beasiswa kepada 850 mahasiswa berprestasi dari 76 universitas di 30 provinsi serta 19 ribu pengguna online learning platform elearn.id

 

Dari PT Freeport Indonesia Claus Wamafma, Vice President, Community Development Relation Social Responsibility, memaparkan kondisi lokasi yang terpencil mengakibatkan akses jalan dan fasilitas yang terbatas, kondisi keamanan yang kurang kondusif, dan persepsi terhadap industri ekstraktif mengenai adanya dampak terhadap lingkungan dan sosial yang perlu dikelola dengan standar pembangunan yang berkelanjutan. Program-program kesehatan yang sudah dijalani, antara lain Departemen Pengembangan Kesehatan Masyarakat (CHD) PTFI memberikan layanan kesehatan primer standar kepada komunitas yang disponsori dan secara aktif mengikuti semua inisiatif program kesehatan masyarakat melalui kemitraan dan sinergi dengan pemangku kepentingan terkait. Juga program-program di masyarakat antara lain Pelayanan Kesehatan Dasar, Laboratorium klinik, Pengendalian Malaria, Pengendalian TB, Pengendalian IMS, Promosi Kesehatan. Penelitian dan Kemitraan Kesehatan Masyarakat.

 

Melalui program Bakti BCA, Dian Prawitasari, Responsibility Manager, bercerita lewat video tentang program Rumah Ramah Papua, yang bekerjasama denga Unicef memberikan pendidikan bagi anak-anak Papua sehingga dapat kesempatan untuk berkembang, juga bekerjasama dengan WWF untuk reforestasi hutan di Pangumbahan Sukabumi, juga DAS Ciliwung. Dari segi edukasi dan budaya Bakti BCA juga mendukung program edukasi wirawisata Goa Pindul di Gunung Kidul Yogyakarta sehingga tidak hanya dikelola apa adanya, namun mengoptimalkan sumber daya penduduk di sekitarnya untuk mengembangkan diri dan wilayahnyasebagai wirawisata.

 

PT Holcim dengan solusi berkelanjutan yang inovatif disampaikan oleh Eddy Prayitno selaku CSR Manager memaparkan beberapa program untuk karyawan dan masyarakat yaitu keselamatan kerja bagi karyawan, program pemberdayaan ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan bagi masyarakat sekitar, dan pengembangan rumah terjangkau dan sederhana. Di bidang perekonomian sirkuler dikembangkan pemanfaatan bahan bakar dan bahan baku alternatif yang berasal dari hasil samping industri & domestik yang sesuai, juga menawarkan solusi pemanfaatan limbah yang ramah lingkungan dengan metode co-processing. Optimalisasi air dan alam dicapai dengan penghematan dan pengurangan penggunaan air per ton produk yang dihasilkan diantaranya melalui pemanfaatan air hujan, penggunaan kembali air buangan, serta memberikan dampak positif bagi keanekaragaman hayati. Adaptasi iklim dikejar dengan pengurangan emisi CO2, melalui efisiensi energi, inovasi produk yang lebih ramah lingkungan, mendukung mempromosikan desain konstruksi / bangunan hijau ( Green building concept).

 

Program-program ini ditanggapi oleh Ibu Dr. Nining Susilo dari UKM Center FEB UI yang mengemukakan perlunya keselarasan antara program-program dari perusahaan dan juga apa yang bisa diterima masyarakat sehubungan dengan aktivitas produksi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Selain presentasi dari perusahaan, juga ada pemaparan program kerja Kerja Sosial 2017 dari Nadia Riski dan Tri Wahyuni untuk Future Thumb Green Leader Project yang menjadi mitra perusahaan dalam mengadakan kegiatan CSR untuk masyarakat. Dalam kesempatan ini juga diberikan tanda terimakasih pada PT Ecolab International Indonesia atas kerjasamanya dengan Community Development Center ILUNI FTUI di Rangkas Bitung.

 

Acara seminar CSR to SDG ini memberikan wawasan baik pada pelaku industri untuk melaksanakan program CSR secara tepat sasaran, juga memberikan pengetahuan bagi akademia tentang visi perusahaan dalam melaksanakan CSRnya sehingga bisa menjadi mitra strategis bagi perusahaan.

Tags Tags: CSR, Lingkungan, Environment, Policy Center

Artikel Lainnya